warna itu indah,
warna itu sehat,
warna itu kehidupan itu sendiri

Jumat, 14 September 2012

Jajan Bantal by Mei Ningsih




Salam Pelangi Ibu ibu host dan teman teman  pelangiiiii ..............
Ngantuk Bu ??Pagi  ini saya kirimkan Bantal untuk Ibu ...eh maksudnya ??? Maksudnya Jajan Bantal, ya ini si Jajan Bantal namanya.Jajan khas ini di jual di seputaran daerah Anjani,  jalan menuju Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, Nusa Tenggara – Indonesia Raya.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari jajanan ini, tapi oh ternyata jajanan ini syedaaaaap sekaliiiii paduan ketan, santan dan sensasi kacang ose serta pisang didalamnya terasa mak nyusss....Bahan bahannya sederhana saja ketan, kacang ose, santan kental, pandan , dan pisang raja
Ini dia resepnya, modifikasi dari resep teman saya (saya dapat dari Mbak Ratna, teman yang ada di Selong – Lombok Timur, sumbernya dari mulut ke telinga) :

Resep Jajan Bantal
1. Daun pisang dan tali pengikat
2. 250 ketan rendam selama 1 jam - tiriskan
3. Pewarna merah, hijau, ungu, biru (saya pakai merek Rajawali), warna kuning saya tidak pakai karena warna pisang raja sudah mewakili warna kuning
4. Kacang ose rendam selama 1 jam
5. 3 buah pisang raja matang, potong potong
6. Santan kental sekitar 300 mL7. Garam ¼ sendok teh8. Gula 1 sendok makan (Resep aselinya tidak menggunakan Gula/Rasa manis dari pisang raja sudah cukup) 

Cara Pembuatan :

  1. Campurkan ketan yang telah ditiriskan  dengan santan kental
  2. Bagi menjadi beberapa bagian (saya 5 bagian saja), warnai merah, kuning, hijau, ungu, biru masing masing sekitar 2 tetes pewarna
  3. Ambil daun pisang, buka dan letakkan ketan yang telah diwarnai
  4. Letakkan potongan pisang raja, dan kacang ose diatas ketan, tutupi ketan diatasnya
  5. Bungkus /lipat daun pisang – rapatkan, seperti membungkus Kue Mendut/Kue Bugis, tetapi ini modelnya lebih pendek dan rapat
  6. Tali rapat rapat  dengan menggunakan pelepah pisang
  7. Rebus dengan air banyak seperti dalam pembuatan lontong sekitar 2 jam
  8. Sajikan pada saat kue telah dingin


Membuatnya sama sekali tidak sulit, tapi ohhh menunggu rebusan matang selama 2 jam membuatku mengantuuuuukkkk he heh e ...tak heran mungkin namanya menjadi Jajan Bantal.
Versi aselinya kue ini dimasak dengan tungku kayu, dan hasilnya bisa tahan selama 2 sampai 3 hari tanpa pengawet...hmmmmm hebat khannn

Salam Bantal Pelangi
Mei Djeng Kamto
http://djengkamto.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar