warna itu indah,
warna itu sehat,
warna itu kehidupan itu sendiri

Kamis, 13 September 2012

Opak Angin Pelangi by Mei Ningsih

Opak (kerupuk) Angin ini ternyata juga mempunyai banyak nama julukan lainnya loh.. Mau tahu apa saja nama lain dari cemilan tradisional yang satu ini... Silahkan langsung dibaca saja yaa postingannya.

Ibuuu host yang baikkk hatiii jangan tutup duluuuu yaaaa...he heh 
Pagi pagi sudah grasak grusukkk...saya pikir hari ini sudah tanggal 13 ohhh tidakkkk....masih ada beberapa rainbow yang ingin saya kirimkan hi hihi
Hari ini saya mengirimkan Opak Angin,...opak dalam Bahasa Jawa halus disebut kerupuk . 
Si Opak Angin ini banyak sekali dijual di Kota Kediri, terutama di pasar pasar, di Alun alun Kota Kediri atau di sekitaran Jl. Pattimura Kota Kediri.Opak Angin benar benar makanan rakyat yang murah meriah...
Opak Angin ini sekarang dijual mungkin sekitar Rp. 2000 per kantong ukuran sekitar 3 Kg
Saat saya kelas 1 SD sekitar tahun 1983  he he harganya mungkin sekitar Rp. 5 (Baca lima Rupiah) per 5 biji...murah sekali thooo.....

Di Kediri sendiri si Opak Angin ini memiliki banyak nama beken antara lain Opak Kabur (karena teksturnya yang ringan gampang tertiup angin), Opak Manbo (Liman Ombo – dulu harganya Rp. 5 saja), Opak Wedi (Pasir – karena memang digoreng dengan Pasir),...dan ada juga yang menyebutnya sebagai Opak Up*l (sesuatu yang dihasilkan oleh  hidung Anda  he he sensor yaaach )...

Opak Angin yang dijual dipasaran ini memiliki beberapa rasa, yang umum adalah rasa bawang, dan rasa pedas (disiram semacam kinca gula merah dan cabe). 
Biasanya Opak Angin ini dapat dikudap begitu saja, atau dijadikan teman setia Pecel (tanpa nasi, kami di Kediri menyebutnya sebagai Opak Pecel) .
Yang unik dari Opak Angin ini adalah metode penggorengannya, yaitu dengan menggunakan pasir sungai...yup pasir sungai sodara sodara ..he heh e 
Tapi jangan khawatir, pasir yang dipakai untuk menggoreng tentu telah melalui proses pencucian dengan air panas/direbus dulu biar hygienis begitu
Tidak heran, para pengusaha Opak Angin mengklaim makanan ini bebas kolesterol (mungkin  juga tidak bergizi he he he)..maksudnya amannnn untuk dikonsumsi pengidap penyakit seperti darah tinggi ataupun kencing manis...pokoknya just for fun,timbang garinggg...buat kriuk kriukan aja...nggak ada zat yang perlu dikhawatirkan ..
Di Kediri, jarang sekali orang membuat Opak Angin sendiri karena harganya yang sangat  murah, biasanya si Opak Angin ini diproduksi secara massal/pabrikan.
Nha gak ada salahnya kita cobain yaa membuat sendiri si Opak Angin ini ...tentu saja dengan versi pelangi...mudah, namun tetap dengan kesabaran ekstra

Resepnya versi kira kira saya...hasil melihat lihat pabrik Opak Angin milik tetangga yang tentu saja dirahasiakan resepnya ho ho ho
Resep Opak Angin
Tepung tapioka ½ Kg
Terigu protein sedang  125 gram
Garam 1 sendok teh
Gula pasir 30 gram
Bawang putih 4 siung
Penyedap bila suka
Air sekitar kira kira 800 CC
Plastik roll seukuran es lilin, dan karet pengikat (kalau tidak mau plastik boleh juga pakai alumunium foil)
Pewarna (Saya menggunakan produk Rajawali untuk merah, kuning, hijau, biru. Warna ungu adalah paduan warna merah dan biru dan orange adalah paduan kuning dan merah)
Cara Pembuatan :
  1. Haluskan, bawang putih, garam , gula dan penyedap bila suka
  2. Panaskan setengah bagian air bersama bumbu, didihkan
  3. Dalam wadah lain campurkan tapioka dan terigu, berikan setengah sisa air – aduk hingga rata
  4. Masukkan adonan terigu kedalam air yang telah mendidih, rebus bersama hingga beberapa saat (agak mengental seperti kalau kita membuat vla kue sus). Kalau nantinya anda menggunakan plastik dan karet, adonan tidak perlu terlalu kental biar bisa masuk kedalam plastik.  Tapi kalau anda menggunakan alumunium foil adonan harus agak kental, biar bisa dibungkus, kalau saya mencoba keduanya). Kalau di pabrik biasanya menggunakan plastik es dan karet sebagai pengikat karena  lebih murah biayanya
  5. Angkat adonan, dan hilangkan uap panasnya
  6. Pisahkan menjadi beberapa bagian, dan warnai sesuai selera
  7. Masukkan kedalam plastik es, dan ikat erat erat kedua ujungnya (atau kalau menggunakan alumunium foil, gulung adonan/bungkus)
  8. Kukus adonan yang telah dibungkus, diatas dandang yang telah mendidih airnya sampai matang/keras kira kira 30 menit
  9. Setelah adonan matang, buka pembungkusnya dan tiriskan diatas tampah. Biarkan selama 1 malam atau sampai adonan keras dan bisa diiris. Adonan yang keras, mudah diiris dan tidak patah. O ya sekedar info saja he heh pisau Victorinox saya nampaknya kewalahan dengan keuletan si adonan Opak Angin ini - jadi gunakan pisau yang setajam silet
  10. Adonan yang mirip bentuk es lilin yang telah dibiarkan selama 1 malam, siap diiris dan diangin anginkan
  11. Setelah diiris, angin anginkan sekitar 1 hari baru keesokan harinya boleh dijemur langsung dibawah sinar matahari hingga kering
  12. Setelah Opak Angin kering, boleh digoreng dengan pasir panas, sambil dibolak balik/dipendam dalam pasir diatas wajan/kompor hingga matang, atau boleh juga digoreng dengan menggunakan minyak goreng seperti cara menggoreng kerupuk biasa.
Nhaa...hasil penampakannya seperti pada foto ini,...yang bagian bawah saya goreng dengan minyak goreng...sedangkan bagian atas (yang terlihat gosongnya) adalah hasil goreng “nang nangan” (Bahasa Jawa) atau di goreng dengan pasir sungai.....kriuk kriuk kriukk...bebas kolesterol, murah meriah dan aseli Indonesia Raya tentunya
Salam Kriuk Kriuk
Mei Djeng Kamto (Kediri)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar